Tanaman Tanaman Yang Berkaitan Dengan Mistis
Berikut adalah beberapa tanaman yang dalam berbagai budaya, mitos, atau kepercayaan rakyat sering dikaitkan dengan hal-hal mistis, roh jahat, atau "disukai setan".
Penting untuk dicatat: Keterkaitan ini bersifat mitos, legenda, atau folklor, dan bukan fakta ilmiah. Dalam sains, tanaman adalah makhluk hidup netral. Keyakinan ini biasanya muncul dari bentuk, sifat, atau cerita turun-temurun yang melekat pada tanaman tersebut.
A. Dalam Kepercayaan Rakyat Indonesia (Nusantara)
1. Kaktus Bol (Euphorbia antiquorum): Di beberapa daerah, dipercaya sebagai tempat tinggal makhluk halus karena bentuknya yang "angker" dan berduri. Sering diletakkan di depan rumah sebagai penangkal, tetapi justru dihindari di dalam rumah.
2. Beringin (Ficus benjamina): Pohon besar yang rindang dan akarnya menjuntai sering dianggap sebagai tempat tinggal mahluk halus. Namun, di sisi lain, ia juga dianggap keramat dan dipuja dalam kepercayaan tertentu. Ambivalensi ini membuatnya sangat kuat dalam dunia mistis.
3. Kemuning (Murraya paniculata): Dalam cerita rakyat Jawa, pohon kemuning sering dikaitkan dengan tempat bersemayamnya genderuwo atau pontianak.
4. Randu Alas / Kapuk Randu (Ceiba pentandra): Pohon besar dan rimbun ini kerap dianggap "angker" dan dihuni oleh roh penjaga tempat.
5. Kelor (Moringa oleifera): Daun kelor terkenal untuk pengusir ilmu hitam. Justru karena khasiat inilah, dalam logika mitos, ia "tidak disukai" oleh entitas jahat.
B. Dalam Mitologi dan Folklor Global
1. Mandragora (Mandragora officinarum): Dalam cerita Eropa abad pertengahan, tanaman ini dipercaya berteriak saat dicabut dan bisa membawa kutukan atau kekayaan besar. Sering dikaitkan dengan sihir dan ritual pemanggilan setan.
2. Hemlock (Conium maculatum): Tanaman beracun yang digunakan untuk eksekusi di Yunani kuno (seperti Socrates). Racunnya dikaitkan dengan praktik sihir dan kematian yang gelap.
3. Belladonna / Deadly Nightshade (Atropa belladonna): Tanaman sangat beracun yang digunakan dalam ramuan penyihir untuk halusinasi dan dianggap sebagai tanaman para penyihir.
4. Elder (Sambucus nigra): Dalam folklor Inggris dan Nordik, menebang pohon elder tanpa izin diyakini akan mendatangkan kemarahan "Ibu Elder" atau roh jahat yang tinggal di dalamnya.
5. Yew (Taxus baccata): Sering ditanam di kuburan di Eropa. Seluruh bagiannya beracun, sehingga dikaitkan dengan kematian, keabadian, dan dunia bawah.
C. Tanaman dengan Reputasi "Angker" Secara Umum
1. Tanaman Berbunga Putih di Malam Hari: Seperti Sedenir / Kembang Widuri (Crinum asiaticum). Bunga putih yang mekar dan harum di malam hari sering dikaitkan dengan kuntilanak atau hantu perempuan.
2. Tanaman yang Tumbuh di Kuburan atau Tempat Angker: Tanaman apa pun (biasanya yang tahan banting seperti paku-pakuan, beberapa jenis rumput, atau pohon besar) yang tumbuh subur di lokasi yang dianggap angker, sering kali ikut dianggap sebagai "rumah" atau penanda keberadaan makhluk halus.
3. Bunga Bangkai (Rafflesia arnoldii / Amorphophallus titanum): Karena baunya yang seperti daging busuk, dalam imajinasi masyarakat, ia dikaitkan dengan kematian dan hal-hal mengerikan.
Perspektif Rasional:
· Ekosistem: Tanaman besar dan rindang (seperti beringin, randu) secara alami menjadi habitat bagi banyak hewan (kelelawar, burung, serangga) yang aktif di malam hari. Suara dan suasana di sekitarnya bisa menimbulkan kesan "angker".
· Toksisitas: Tanaman beracun (seperti hemlock, belladonna) secara historis digunakan untuk pembunuhan atau ritual, sehingga membangun reputasi gelap.
· Bentuk Unik: Tanaman dengan bentuk aneh (seperti kaktus bol, mandragora yang menyerupai manusia) memicu imajinasi dan cerita rakyat.
· Budaya & Cerita Turun-temurun: Keyakinan ini diperkuat oleh cerita dari mulut ke mulut, dongeng, dan film horor, sehingga melekat erat dalam budaya.
Kesimpulan: Tidak ada tanaman yang secara inheren "disukai setan". Keterkaitan itu adalah konstruksi budaya, cerita rakyat, dan mitos yang berkembang dari zaman ke zaman. Bagi yang mempercayainya, lebih baik menghormati keyakinan tersebut dengan tidak sembarangan merusak atau menebang tanaman yang dianggap keramat. Dari sudut pandang ilmiah, semua tanaman memiliki perannya masing-masing dalam ekosistem.
0 Komentar
Terima kasih atas kunjunganya semoga bermanfaat