Jenis Burung Piaraan Termahal Di Dunia


Jenis Burung Piaraan Termahal Di Dunia

Berikut adalah daftar burung piaraan termahal di dunia, beserta perkiraan harga dan alasan di balik harganya yang tinggi. Harga bisa sangat bervariasi tergantung usia, kelangkaan, warna (mutasi), kecakapan berkicau, dan prestasi dalam kontes.

1. Kakaktua Jambul Kuning (Sulphur-crested Cockatoo)
· Harga: Rp 100 - 500 juta+
· Asal: Australia, Papua, dan sekitarnya.
· Alasan Mahal: Kecerdasannya sangat tinggi, bisa meniru berbagai suara dan trik. Memiliki kepribadian yang kuat dan ikatan sangat erat dengan pemiliknya. Burung ini membutuhkan perhatian dan stimulasi mental yang intens. Harga tertinggi biasanya untuk yang telah terlatih (hand-trained).

2. Macaw Hyacinth
· Harga: Rp 1,5 - 3 miliar+
· Asal: Amerika Selatan (terutama Brasil).
· Alasan Mahal: Merupakan burung paruh beo terbanyak dan terlangka di dunia. Penampilannya sangat dramatis dengan bulu biru kobalt dan paruh hitam yang besar. Populasinya terancam di alam liar, sehingga penangkaran sangat ketat. Perawatannya juga mahal, membutuhkan sangkar besar dan makanan khusus (kacang macadamia).

3. Kakatua Palem (Palm Cockatoo)
· Harga: Rp 1 - 2,5 miliar+
· Asal: Papua dan Australia utara.
· Alasan Mahal: Burung ini memiliki penampilan yang sangat unik dan "primitif" dengan paruh besar dan pipi merah yang bisa berubah warna saat bersemangat. Mereka dikenal karena kemampuan "drumming" mereka, yaitu memegang ranting dan mengetuknya di sarang untuk berkomunikasi. Sangat langka dalam perdagangan.

4. Murai Batu (White-rumped Shama)
· Harga: Rp 50 juta - 2 miliar+
· Asal: Asia Tenggara.
· Alasan Mahal: Raja kicauan. Harga fantastis utamanya di pasar kontes burung berkicau, terutama di Indonesia dan Malaysia. Burung dengan kicauan panjang, variasi nada banyak, volume keras, dan mental juara (gacor) bisa dihargai sangat tinggi. Harganya lebih didorong oleh prestasi dan tren kontes.

5. Kenari (Canary)
· Harga Standar: Rp 200 ribu - 5 juta. Kenari Mutasi/Traitor: Rp 10 - 100 juta+
· Asal: Kepulauan Canary.
· Alasan Mahal: Untuk kenari biasa relatif terjangkau. Namun, kenari dengan mutasi warna langka (seperti Red Factor, Lizard, atau jenis Gloster yang sempurna) atau kenari jenis "traitor" yang dibiakkan khusus untuk kicauan yang meniru suara burung lain (seperti Roller, Waterslager) bisa berharga sangat mahal.

6. Parkit / Budgerigar Mutasi Langka

· Harga Standar: Rp 50 - 300 ribu. Mutasi Langka: Rp 5 - 50 juta+
· Asal: Australia.
· Alasan Mahal: Parkit biasa sangat murah. Namun, parkit dengan mutasi warna dan pola yang sangat langka dan sempurna (seperti lutino, albino, atau pied langka), terutama yang sudah menang kontes kecantikan (show budgie), bisa mencapai harga puluhan juta.

7. Beo Afrika (African Grey Parrot)

· Harga: Rp 15 - 200 juta+
· Asal: Afrika Tengah dan Barat.
· Alasan Mahal: Dianggap sebagai burung paling cerdas, dengan kemampuan kognitif dan peniruan suara serta bahasa yang luar biasa. Harganya sangat tergantung pada usia, apakah sudah jinak (hand-fed), dan seberapa banyak kosa kata yang sudah dikuasai. Subspesies Congo African Grey biasanya lebih mahal dari Timneh.

8. Falcon/Alap-alap (Falcon)

· Harga: Rp 500 juta - miliaran rupiah
· Asal: Berbagai belahan dunia.
· Alasan Mahal: Burung ini bukan piaraan biasa, melainkan untuk olahraga falconry (berburu dengan burung pemangsa). Harganya ditentukan oleh jenis, usia, kecepatan, ketajaman penglihatan, dan kemampuan berburu. Falcon jenis Gyrfalcon (terutama yang berwarna putih) adalah yang paling mahal dan prestisius di dunia.

Catatan Penting:

· Legalitas dan Konservasi: Banyak burung termahal di dunia dilindungi oleh CITES (misalnya semua kakatua dan macaw besar). Memeliharanya membutuhkan izin dan dokumen yang sah, serta harus berasal dari penangkaran, bukan tangkapan alam. Selalu pastikan legalitasnya.
· Komitmen: Burung-burung besar seperti Macaw dan Kakaktua bisa hidup lebih dari 50 tahun. Mereka adalah komitmen seumur hidup yang membutuhkan perawatan, waktu, dan biaya yang sangat besar.
· Harga Relatif: Harga di atas adalah perkiraan dan bisa berbeda di setiap negara, penjual, dan waktu. Harga untuk burung kontes (seperti Murai Batu) sangat dinamis dan spekulatif.

Kesimpulan: Sementara burung seperti Macaw Hyacinth dan Kakaktua Palem memegang gelar termahal karena kelangkaan absolutnya, di pasar regional seperti Indonesia, Murai Batu dengan kualitas juara bisa mencatat harga yang setara bahkan lebih tinggi, didorong oleh budaya kontes yang kuat.

Posting Komentar

0 Komentar