10 Bunga yang Dapat Dimakan dan Ditanam dari Biji
Tentu! Berikut adalah 10 bunga yang dapat dimakan dan relatif mudah ditanam dari biji, cocok untuk kebun rumah atau pot.
1. Nasturtium (Tropaeolum majus)
· Bagian yang dimakan: Bunga, daun, dan biji (bunga memiliki rasa peppery yang segar).
· Cara tanam: Tanam biji langsung di tempat teduh parsial hingga cerah. Tumbuh dengan cepat dan merambat/menjalar. Bunganya berwarna cerah (oranye, kuning, merah).
· Kegunaan: Hiasan salad, isian, atau dijadikan pesto dari daunnya.
2. Bunga Matahari (Helianthus annuus)
· Bagian yang dimakan: Kelopak bunga (pucat) dan biji (kuaci).
· Cara tanam: Tanam biji langsung di tempat yang sangat cerah. Pilih varietas yang menghasilkan biji besar untuk dipanen.
· Kegunaan: Kelopak untuk hiasan, biji dipanggang sebagai camilan atau taburan.
3. Marigold (Tagetes spp.) - Khusus Marigold Pot/Petak
· Bagian yang dimakan: Kelopak bunga (berwarna kuning atau oranye).
· Cara tanam: Tanam biji langsung di tempat cerah. Pilih jenis Tagetes patula atau T. tenuifolia. Hindari marigold hias dari nursery yang mungkin mengandung pestisida.
· Kegunaan: Sering disebut "Saffron orang miskin," kelopaknya memberi warna kuning pada nasi, sup, atau keju.
4. Calendula (Calendula officinalis)
· Bagian yang dimakan: Kelopak bunga (rasanya sedikit pahit hingga peppery).
· Cara tanam: Tanam biji langsung di tempat cerah atau teduh parsial. Sangat mudah tumbuh dan terus berbunga jika dipetik rutin.
· Kegunaan: Pewarna alami untuk mentega, keju, dan sup. Juga berkhasiat untuk perawatan kulit.
5. Borage (Borago officinalis)
· Bagian yang dimakan: Bunga biru berbentuk bintang (rasanya seperti mentimun).
· Cara tanam: Tanam biji langsung di tempat cerah. Tumbuhan ini akan menabur sendiri dengan mudah di tahun berikutnya.
· Kegunaan: Hiasan cantik untuk minuman, salad, atau es batu. Daunnya juga bisa dibuat teh.
6. Kembang Telang (Clitoria ternatea)
· Bagian yang dimakan: Bunga biru keunguan (hampir tidak berasa).
· Cara tanam: Tanam biji langsung di tempat cerah. Merupakan tanaman rambat yang cepat tumbuh.
· Kegunaan: Pewarna alami biru yang menakjubkan untuk nasi, minuman (butterfly pea tea), atau dessert.
7. Chamomile (Matricaria chamomilla / Chamaemelum nobile)
· Bagian yang dimakan: Bunga kecil (untuk dikeringkan).
· Cara tanam: Tabur biji halus di tempat cerah. Chamomile Jerman (Matricaria) adalah jenis tahunan yang umum dari biji.
· Kegunaan: Dikeringkan untuk membuat teh chamomile yang menenangkan.
8. Kacang Polong/Ercis (Pisum sativum)
· Bagian yang dimakan: Bunga dan tentu saja polongnya (bunga berwarna putih atau ungu, rasanya manis).
· Cara tanam: Tanam biji langsung di tempat cerah saat cuaca sejuk. Tanaman ini merambat dan membutuhkan penyangga.
· Kegunaan: Hiasan elegan untuk hidangan sayuran atau salad.
9. Pansy/Viola (Viola x wittrockiana / Viola cornuta)
· Bagian yang dimakan: Seluruh bunga (memiliki rasa hijau yang ringan hingga sedikit mint).
· Cara tanam: Bisa ditanam dari biji (butuh kesabaran) atau dibeli bibitnya. Tumbuh baik di cuaca sejuk.
· Kegunaan: Hiasan makanan yang sempurna karena warnanya yang beragam dan bentuknya yang indah, untuk kue, salad, atau koktail.
10. Bunga Labu/Zucchini (Cucurbita spp.)
· Bagian yang dimakan: Bunga jantan (yang memiliki tangkai panjang, jangan petik bunga betina yang akan jadi buah).
· Cara tanam: Tanam biji labu atau zucchini di tempat yang sangat cerah. Tumbuhan ini membutuhkan ruang.
· Kegunaan: Bisa digoreng tepung, diisi (dengan keju, dll.), atau ditambahkan ke sup dan pasta.
Tips Penting Sebelum Memakan Bunga:
1. Pastikan Identitas: Hanya makan bunga yang Anda 100% yakin jenis dan keamanannya.
2. Tanam Organik: Tanam sendiri atau beli dari sumber terpercaya yang bebas pestisida dan herbisida. Jangan pernah memetik bunga dari taman umum atau tepi jalan karena bisa terpapar polusi atau pestisida.
3. Mulai Secara Perlahan: Makan dalam jumlah kecil terlebih dahulu untuk memastikan tidak ada reaksi alergi.
4. Hindari Bunga dari Toko Bunga: Bunga di toko bunga sama sekali TIDAK untuk dimakan karena telah diberi bahan kimia pengawet.
Selamat berkebun dan bereksperimen di dapur
0 Komentar
Terima kasih atas kunjunganya semoga bermanfaat