Cara memiliki pohon kurma jantan (penghasil serbuk sari) dan pohon kurma betina (penghasil buah)
Benar sekali! Tanaman kurma (Phoenix dactylifera) memang memiliki pohon jantan (penghasil serbuk sari) dan pohon betina (penghasil buah). Ini karena kurma termasuk tumbuhan dioecious, di mana organ reproduksi jantan dan betina berada pada individu yang berbeda.
Berikut penjelasan detailnya:
1. Sistem Reproduksi Dioecious
· Pohon Jantan: Hanya menghasilkan bunga jantan yang berisi serbuk sari (seperti sperma pada hewan). Pohon ini tidak akan pernah berbuah.
· Pohon Betina: Hanya menghasilkan bunga betina yang memiliki bakal buah. Agar bakal buah ini berkembang menjadi buah, ia harus diserbuki oleh serbuk sari dari pohon jantan.
2. Mengapa Harus Diserbuki?
· Proses ini analog dengan reproduksi pada hewan. Sel telur (dalam bakal buah) perlu dibuahi oleh sel sperma (dari serbuk sari) untuk membentuk biji. Proses pembuahan inilah yang memicu perkembangan bakal buah menjadi buah yang kita makan.
· Di alam, penyerbukan bisa dibantu oleh angin atau serangga. Namun, angin tidak efisien karena jumlah pohon jantan di alam sangat sedikit dibandingkan pohon betina.
3. Praktik Budidaya (Penyerbukan Manual)
Karena ketergantungan yang tinggi ini, dalam budidaya kurma komersial, penyerbukan dilakukan secara manual oleh manusia untuk memastikan hasil yang maksimal. Caranya:
· Saat pohon jantan berbunga, tandan bunga yang penuh serbuk sari dipotong.
· Serbuk sari tersebut kemudian dioleskan atau ditempelkan langsung ke bunga betina yang sedang mekar.
· Satu pohon jantan dapat menyediakan serbuk sari untuk 30-50 pohon betina.
4. Alasan Logis di Balik Sistem Ini
Dari sudut pandang evolusi dan sumber daya tanaman:
· Efisiensi Energi: Berbuah adalah proses yang sangat membutuhkan energi dan nutrisi. Dengan memisahkan peran, pohon jantan dapat fokus menghasilkan serbuk sari yang melimpah, sementara pohon betina fokus mengalokasikan energinya untuk menghasilkan buah dan biji yang berkualitas setelah terjadi pembuahan.
· Meningkatkan Variasi Genetik: Penyerbukan silang antara individu yang berbeda (jantan dan betina) meningkatkan keragaman genetik keturunan, yang membuat spesies lebih tangguh terhadap penyakit dan perubahan lingkungan.
Fakta Menarik:
· Bibit Kurma Tidak "Mewarisi" Jenis Kelamin Orang Tuanya: Menanam kurma dari biji adalah lotere—50% kemungkinan jantan dan 50% betina. Baru setelah 5-8 tahun tumbuh, jenis kelaminnya bisa diketahui saat pertama kali berbunga. Karena itu, untuk perkebunan, petani lebih memilih metode vegetatif (cangkok, kultur jaringan, atau anakan) dari pohon betina unggul yang sudah diketahui pasti jenis kelamin dan kualitas buahnya.
· Pohon Jantan Sangat Sedikit: Dalam sebuah kebun, biasanya hanya 2-5% dari total populasi yang merupakan pohon jantan.
Kesimpulan:
Kurma membutuhkan pohon jantan dan betina untuk berbuah karena sistem reproduksinya yang dioecious, di mana pembuahan (penyatuan sel kelamin jantan dan betina) harus terjadi agar bakal buah dapat berkembang. Tanpa serbuk sari dari pohon jantan, bunga pada pohon betina akan gugur dan tidak akan pernah menjadi buah.

0 Komentar
Terima kasih atas kunjunganya semoga bermanfaat