Tips Memilih Bibit Cangkok yang Bagus dan Sehat untuk Tanaman Buah
Tentu! Memilih bibit cangkok yang bagus adalah kunci kesuksesan menanam buah. Bibit cangkok memiliki kelebihan cepat berbuah dan sifatnya identik dengan induknya. Berikut tips lengkapnya:
1. Periksa Kondisi Fisik Bibit
· Akar Serabut: Ini yang paling kritis. Bibit cangkok yang siap tanam harus memiliki banyak akar serabut yang tumbuh keluar dari media cangkok (sabut kelapa/plastik). Akar yang lebat dan berwarna coklat kekuningan menandakan sehat.
· Bekas Sayatan/Tempelan: Periksa area bekas cangkokan. Pastikan sudah benar-benar menyatu dengan batang atas (tidak ada celah atau lubang) dan tidak ada tanda-tanda pembusukan atau infeksi jamur (berwarna hitam/lembek).
· Batang dan Tajuk:
· Batang utama kokoh, lurus, dan tidak ada bekas luka atau lubang hama.
· Memiliki beberapa cabang atau tunas baru yang sehat (minimal 2-3 cabang). Ini menandakan bibit vigor (subur).
· Jarak antara titik cangkok dengan percabangan pertama tidak terlalu panjang (ideal di bawah 30 cm), agar struktur pohon nanti kuat.
· Daun: Pilih bibit dengan daun yang banyak, berwarna hijau segar/tua (sesuai jenis tanaman), tidak menguning, tidak keriting, dan bebas dari bercak-bercak penyakit atau serangan hama (seperti kutu putih, tungau).
2. Periksa Pohon Induknya (Jika Memungkinkan)
Ini adalah tips paling berharga. Jika Anda membeli langsung ke kebun pembibit, mintalah untuk diperlihatkan pohon induknya.
· Kesehatan Induk: Pohon induk harus terlihat sehat, kokoh, dan bebas penyakit.
· Produktivitas Induk: Lihat apakah pohon induk sedang berbuah atau ada bekas buah yang banyak. Ini menjamin bibit cangkok tersebut berasal dari indukan yang produktif.
· Rasa Buah: Jika ada buah di pohon induk, jangan ragu meminta sample untuk dicicipi. Anda menanam untuk hasil buah, jadi pastikan rasa indukannya sesuai harapan.
3. Kriteria Tambahan yang Perlu Diperhatikan
· Umur Bibit: Bibit cangkok yang ideal sudah cukup umur (biasanya 3-6 bulan setelah pencangkokan). Bibit yang terlalu muda (akar masih sedikit) lebih rentan stres saat pindah tanam.
· Media dan Polybag: Media dalam polybag harus gembur dan tidak terlalu padat. Polybag tidak boleh terlalu kecil (minimal ukuran 20x20 cm) sehingga akar tidak terlilit-lilit (root bound).
· Musim: Lebih baik memilih dan menanam bibit di awal musim hujan. Namun, jika membeli di musim kemarau, pastikan bibit terawat baik dan siapkan penyiraman yang memadai.
· Sumber Pembelian: Beli dari nursery (pembibit) atau penjual yang terpercaya dan memiliki reputasi baik. Hindari membeli di pinggir jalan dari pedagang yang tidak bisa memberikan informasi yang jelas tentang asal-usul bibit.
Tanda-Tanda Bibit Cangkok yang Harus Dihindari (RED FLAGS):
1. Akar sedikit atau belum tumbuh dari media cangkok.
2. Bekas cangkokan membusuk atau terlihat belum benar-benar menyatu.
3. Daun sedikit, pucat, kuning, atau berlubang karena hama/penyakit.
4. Batang kurus kering, lemas, atau ada lubang gerekan hama.
5. Akar sudah menembus polybag dan melingkar-lingkar parah (terlalu lama dalam polybag).
6. Tidak ada tunas atau cabang baru yang tumbuh.
Kesimpulan
"Bibit cangkok yang bagus adalah kombinasi dari akar serabut yang banyak, sambungan cangkok yang sehat dan kuat, daun yang subur, serta berasal dari pohon induk unggul."
Jangan terburu-buru. Luangkan waktu untuk memeriksa dengan detail. Investasi sedikit waktu dan uang ekstra untuk mendapatkan bibit unggul akan berbuah manis selama bertahun-tahun ke depan.
Selamat berburu bibit dan semoga tanamannya cepat berbuah lebat
0 Komentar
Terima kasih atas kunjunganya semoga bermanfaat